Episode Terdampar kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Obrolan bersama Firman Shah direkam di sela-sela kegiatan pelatihan jurnalistik di Maubisse, Distrik Ainaro, Timor Leste. Dengan suasana pegunungan yang dingin, santai, dan jauh dari studio, percakapan pun mengalir lebih lepas.
Firman berbagi tiga buku dan satu lagu yang akan ia bawa jika harus “terdampar”, sekaligus membuka banyak cerita lain: tentang jurnalisme, pengalaman bertemu Gus Dur, kecintaannya pada buku dan proses belajar, kisah-kisah dari Timor Leste, sampai nilai hidup yang terus ia pegang. Sebuah obrolan tentang bacaan, pengalaman, dan perjalanan hidup yang membentuk cara pandangnya hari ini.
Episode ini memang cukup panjang, tapi bisa didengarkan per bagian dengan memilih chapter yang paling menarik buatmu. Klik timestamp pada daftar chapter di bawah untuk langsung menuju bagian yang ingin disimak.
Chapters:
00:00 Cuplikan episode ini
00:56 Perkenalan dan cerita dari Timor Leste
06:48 Buku #1: Gadis Pantai — Pramoedya Ananta Toer
13:52 Pengaruh Pramoedya & Buku yang Dulu Dilarang
16:27 Buku #2: Layar Kata — Seno Gumira Ajidarma
23:31 Firman Belajar dari Buku, Radio, dan Pendidikan Informal
32:49 Cerita Firman Bertemu & Mewawancarai Gus Dur
37:04 Buku #3: Student Hidjo — Mas Marco Kartodikromo
44:58 Timor-Leste & Cerita Program Makan Bergizi Gratis
51:54 Satu Lagu Pilihan: Cerita Buat Orang yang Lupa
56:49 Nilai Hidup yang Dipegang Firman
57:56 Mimpi Membuat Rumah Bersama untuk Jurnalis & Aktivis Senior
1:00:39 Pemulihan Firman Pasca-Stroke
1:01:10 Penutup dari Maubisse, Timor-Leste
______
Terdampar adalah salah satu segmen dari Podcast Kepo Buku. Podcast ini hadir sejak 2018 dengan berbagai obrolan santai seputar buku oleh tiga hostnya: Rane di Tangsel, Steven di Ambon dan Toto di Singapura.
Kontak: timkepobuku@gmail.com atau DM di Instagram: https://ig.me/m/kepobuku
.

















